Shampo, body lotion, pewarna rambut dan produk sejenisnya, yang mengandung methylisothiazolinone (MIT), dapat menyebabkan kematian pada sel otak. Demikian yang terlihat pada penelitian yang dilakukan pada tikus. Bahan kimiawi methylisothiazolinone (MIT) ini, sebenarnya termasuk dalam golongan biosida, yaitu untuk mencegah dan membunuh kuman.

Biasanya sering digunakan dalam produk rumah tangga dan industri untuk sistim pendinginan air agar kuman tidak berkembang biak. Sejauh ini, belum ada penelitian tentang efek MIT pada perkembangan saraf.Yang dikhawatirkan, jika ibu yang sedang hamil mengalami paparan terhadap MIT ini, yang mungkin dapat menyebabkan janinnya mengalami perkembangan otak yang tidak normal.

Selain itu, mereka yang bekerja secara langsung dengan menggunakan methylisothiazolinone (MIT), berisiko paling besar. Paparan langsung dengan MIT dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi pada kulit, karena MIT dapat merusak sel kulit juga.Pada percobaan dengan sel otak tikus, ditemukan bahwa paparan langsung terhadap MIT dengan konsentrasi seperti yang ditemukan pada body lotion, sudah dapat menyebabkan kematian dari sel saraf.

Sedang paparan yang lama dengan konsentrasi rendah dari MIT ini menyebabkan gangguan fungsi dari jalur sel saraf dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya.Bagaimana efeknya pada manusia? bagaimana bila digunakan setiap hari secara terus menerus seperti pada body lotion ? Para peneliti belum mampu menjawabnya. Oleh karena itu diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah MIT ini berbahaya bagi manusia.Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan tahunan the American Society for Cell Biology di Washington, D.C, Amerika Serikat.

rileks.com

Iklan

Varioust – 03 4 sehat 5 sempurna
Found at bee mp3 search engine

Pendidikan taman kanak-kanak penting bagi anak, tidak hanya sebagai persiapan masuk sekolah dasar, tapi juga membentuk karakter dan pribadi anak. Namun, orangtua terutama pasangan muda pada umumnya belum mengerti seluk beluk pendidikan prasekolah ini. Karena itulah, dengan membaca buku ini, orangtua akan memahami manfaat memasukkan putra-putri tercinta ke taman kanak-kanak. Tidak hanya itu, orangtua juga bisa mendapat informasi tentang menghitung biaya prasekolah, kiat memilih taman kanak-kanak, mengenali alat-alat permainan di TK, dan sebagainya. Buku ini juga memuat kolom yang ditulis pakar psikologi anak, Dini P Daengsari dan Reni Akbar-Hawadi.
Buku terbitan Pusat Data dan Analisa TEMPO (2007) ini juga memuat profil TK unggulan di Jakarta, antara lain TK Bina Nusantara, Cita Buana, Lazuardi, Sekolah Pelita Harapan, Singapore International School, Santa Ursula, Bellarminus. Adapun TK unggulan di Surabaya, yang sempat ditulis buku ini, adalah Al-Hikmah Surabaya. Di Yogyakarta ada TK Budi Mulia. Yang menarik, beberapa di antara sekolah tersebut menawarkan metode unggul pula. Simak misalnya TK Tadikapuri, Jakarta, yang menggunakan bahasa Inggris dalam pengajarannya, berdampingan dengan bahasa Indonesia, mengadopsi sistem pendidikan Montesorri dengan mengajak anak mempelajari hal-hal yang nyata.
Begitu juga dengan TK Montessori Indonesia yang menggunakan metode sensory. Menurut metode ini, anak-anak bisa belajar dengan baik bila panca-inderanya baik. ”Metode inilah yang paling tepat dalam mengajar seorang anak,” ujar Rita Amaliani, Koordinator Pendidik Indonesia Montessori, seperti dikutip buku ini.
Sementara itu, TK Kepompong menerapkan motode pengajaran yang mengacu pada kriteria pendidikan untuk anak usia dini yang direkomendasikan National Association for the Education of Young Children (NAEYC), Amerika Serikat. Empat kriteria terpenting yang merupakan faktor penentu keberhasilan anak, menurut lembaga itu adalah: (1) Kurikulum sesuai dengan taraf perkembangan anak. (2) Interakasi positif antara guru dan anak. (3) Orangtua merupakan mitra. (4) Fasilitas terencana untuk mendukung proses belajar aktif-interaktif. Walau demikian, penerapannya disesuaikan dengan keadaan dan kultur di Indonesia.
Ada pula yang mengimplementasikan kurikulum nasional terbaru, yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dimodifikasi dengan menambahkan muatan agama dan muatan internasional. TK Lazuardi, misalnya. Selain menerapkan metode mutakhir di bidang pendidikan, juga memakai pendekatan active learning, multiple intelligences, serta pembelajaran kontekstual (contextual learning).
Tak lupa buku ini juga menampilkan profil TK ”nasional plus” seperti TK Bina Nusantara. Menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, siswa yang sebagian besar adalah warga negara Indonesia sudah dilatih untuk percaya diri berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Beberapa TK yang profilnya dimuat di buku ini termasuk sekolah internasional, seperti Singapore Internasional School, yang menggunakan kurikulum Singapura dari TK sampai SMP.
Daftar Pustaka
Panduan Memilih Taman Kanak-Kanak oleh Sri Indrayati; Ngarto Februana; Dian R Basuki 2008

bahan : http://id.shvoong.com/books/1757690-panduan-memilih-taman-kanak-kanak/

Raudatul Athfal (disingkat RA) jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal, di bawah pengelolaan Departemen Agama

RA setara dengan Taman Kanak-kanak (TK), dimana kurikulumnya ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Di Indonesia, menempuh pendidikan TK/RA tidaklah wajib.

Di TK, kanak-kanak diberi kesempatan belajar dan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai hal ihwal berikut ini:

* Agama
* Budi bahasa
* Berhitung
* Membaca (lebih tepatnya mengenal aksara dan ejaan)
* Bernyanyi
* Bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya
* Berbagai macam keterampilan lainnya.

Tujuannya yaitu meningkatkan daya cipta kanak-kanak dan memacunya untuk belajar mengenal bermacam-macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik/motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Semua dirancang sebagai upaya menumbuhkembangkan daya pikir dan peranan anak kecil dalam kehidupannya. Semua kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Kanak-kanak

Taman Kanak-kanak (disingkat TK) jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:

* TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun
* TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun

Umur rata-rata minimal kanak-kanak mula dapat belajar di sebuah Taman Kanak-kanak berkisar 4-5 tahun sedangkan umur rata-rata untuk lulus dari TK berkisar 6-7 tahun. Setelah lulus dari TK, atau pendidikan formal dan pendidikan nonformal lainnya yang sederajat, murid kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi diatasnya yaitu Sekolah Dasar atau yang sederajat.

Bahan dikutif dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Kanak-kanak

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!